Himawari, Bunga Matahari untuk Jepang

Desain shawl pertama saya sebagai kontribusi untuk Lul Blossom

Berkat dukungan dari teman-teman perajut Indonesia dan teman-teman di Instagram yang begitu besar, pada bulan Oktober 2015 lalu saya membuka toko Etsy yang menjual benang-benang yang saya warnai sendiri. Sekarang ini, Papiput Yarn, merk benang saya telah dijual di Jepang oleh 2 toko: Eylul Yarns dan Yarnaholic. Kedua toko ini menjual berbagai merk benang ternama yang sudah nggak diragukan lagi kualitasnya. Misalnya Moeke Yarns, Zealana, Cascade Yarns, dan masih banyak lagi. Rasanya bahagia banget benang dari Indonesia bisa ikutan mangkal di toko mereka. Enak ya jadi benang bisa jalan-jalan keliling dunia.

Saya lagi senang-senangnya belajar desain knitting. Makanya begitu ada ajakan untuk memberikan kontribusi berupa desain knitting ke sebuah grup desainer knitting di Jepang, saya semangat banget! Semangat tapi agak kuatir sih sebenernya karena saya masih belum berpengalaman. Harus semedi dulu untuk cari inspirasi. Tugas berikutnya adalah menggambar sketsa, membuat swatch, dan yang paling susah buat saya itu adalah ngitung jumlah stitch dan row-nya. Aduh, rumus pitagoras mana bisa dipakeeee…

Untungnya, Yuri, pemilik Eylul Yarns dan penggagas @lul_blossom (grup desainer knitting asal Jepang yang berbasis di Instagram), orang yang asyik diajak ngobrol. Lumayan jadi nggak terlalu grogi dan stres. Dia juga bantu menyumbangkan inspirasi, terutama soal pemilihan warna, saya banyak tanya ke Yuri. Sampai pada akhirnya obrolan ngalor-ngidulnya berujung pada obrolan tentang musim. Di Jepang, kata Yuri, musim panasnya itu lama. Saya tanya, ada nggak yang spesial di musim panas. Misalnya bunga atau makanan khas. Yuri langsung ngasih jawaban dengan semangat, bunga matahari!

Kembali lagi ke meja desain dan kertas coret-coretan. Saya mau bikin desain shawl pertama seumur hidup saya dengan nama Himawari (bahasa Jepang-nya bunga matahari) memakai benang Papiput Silky Merino Lace dengan colorway khusus bernama Mentega. Kuning pastel yang sangat muda, mirip seperti mentega beneran 😀

Waktu menulis draft polanya adalah dua hari, termasuk mencari inspirasi motif, konstruksi, dan bikin swatch-nya. Setelah itu saya langsung mulai merajut keseluruhan polanya, diikuti oleh 5 orang test-knitter. Salah satu testernya adalah teman saya, perajut dari Indonesia. Saya kirimin segulung benang yang sama dengan yang saya pakai, dari dye lot yang sama pula. 4 orang tester lainnya berasal dari Jepang, termasuk Yuri sendiri.

Maaf ya backround-nya jelek banget

Saat saya menulis blog post ini, sudah ada 2 orang tester yang selesai merajut Himawari. Rasanya terharu banget pas melihat hasil karya mereka. Terharu karena ternyata saya bisa menulis pola yang bisa dimengerti 😀 Terharu juga karena ini adalah pola shawl pertama saya.
Himawari Shawl akan dirilis nggak lama lagi di Ravelry, sambil menunggu para tester selesai ngetes polanya. Eylul Yarns akan menjual Himawari Kit berisi benang Papiput Silky Merino Lace dengan colorway Mentega, pola Himawari Shawl, dan sebuah surprise dari Eylul Yarns 🙂

Eat good food, knit good pattern!

sign amelia

Author: eatsandknits

A knitter, yarn-dyer, cat lover, mom to 2 kids, bookworm who loves to run slowly and workout at home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s