Saya Malas Buka Instagram Lagi Karena…

Punya akun Instagram kan? Kalau sudah buka Instagram tuh rasanya sepuluh menit gampang sekali berlalu karena banyak yang bisa kita kepoin. Mencari inspirasi untuk knitting bisa nggak habis-habis kalau lihat di Instagram. Sama seperti Pinterest. Dulu saya juga begitu. Total waktu yang saya buang untuk browsing di Instagram bisa sampai satu jam sehari. Tapi sudah sekitar dua tahun belakangan ini saya malas buka Instagram. Kenapa?

Continue reading “Saya Malas Buka Instagram Lagi Karena…”

Summer’s Charm: Linen Yarns

I’m living in a season-less country. There are only 2 kinds of “season” and at the moment, it should be a dry season. But it’s not dry at all because it’s raining every single day in the afternoon and sometimes at night. Even though it’s raining, the humidity is high and the temperature is still above 30C. So, knitting with wool can be a little too warm at these times. Try knitting with linens!  Continue reading “Summer’s Charm: Linen Yarns”

Cocoon (Me) Cardigan: Boxy Lagi Ngetren

Stockinette zombie project – sambil merem pun bisa!

Siiibuuuk! Sebulan belakangan ini saya sedang menyesuaikan diri (termasuk waktu dan tenaga) sama kegiatan-kegiatan baru anak-anak saya. Anak sulung saya sekarang sudah masuk sekolah pagi setelah selama dua tahun berturut-turut masuk kelas yang siang terus. Begitu naik kelas 5 SD dan dia masuk pagi, langsung saya mewujudkan niat yang sudah lama terpendam untuk daftarin anak-anak saya les renang. Continue reading “Cocoon (Me) Cardigan: Boxy Lagi Ngetren”

Finished Object: Prairie Fire Sweater

Test-drive pakai benang baru!

Namanya baju handmade itu kadang bikin sedih ya. Saya bikinin sweater untuk anak saya yang waktu itu berumur 4 tahun sekalian test knit untuk salah satu knitwear designer idola saya, Nadia. Judul sweaternya Gretel, saya pakai benang Papiput Silky Merino Sport. Bikinnya cepet banget karena ukurannya kecil. 2 tahun kemudian, sweater itu kekecilan >.<  Continue reading “Finished Object: Prairie Fire Sweater”

Review: Me Before You (Novel dan Film)

Nonton filmnya dulu atau baca bukunya dulu? Kalau saya sih baca bukunya dulu baru nonton filmnya. (Efek samping: pas nonton filmnya jadi berisik, spoiler dan komen mulu).  Tapi ada beberapa buku yang saya baca setelah nonton filmnya. Salah satunya Lord of the Ring. Soalnya kebanyakan detail, jadi susah ngebayanginnya.  Continue reading “Review: Me Before You (Novel dan Film)”