Finished Object: Prairie Fire Sweater

Test-drive pakai benang baru!

Namanya baju handmade itu kadang bikin sedih ya. Saya bikinin sweater untuk anak saya yang waktu itu berumur 4 tahun sekalian test knit untuk salah satu knitwear designer idola saya, Nadia. Judul sweaternya Gretel, saya pakai benang Papiput Silky Merino Sport. Bikinnya cepet banget karena ukurannya kecil. 2 tahun kemudian, sweater itu kekecilan >.<  Continue reading “Finished Object: Prairie Fire Sweater”

Review: Me Before You (Novel dan Film)

Nonton filmnya dulu atau baca bukunya dulu? Kalau saya sih baca bukunya dulu baru nonton filmnya. (Efek samping: pas nonton filmnya jadi berisik, spoiler dan komen mulu).  Tapi ada beberapa buku yang saya baca setelah nonton filmnya. Salah satunya Lord of the Ring. Soalnya kebanyakan detail, jadi susah ngebayanginnya.  Continue reading “Review: Me Before You (Novel dan Film)”

Argh! Matematika!

Misi membuat desain baju knitting sendiri

Beneran, ada banyak itungan matematika di semua pola knitting dan saya nggak pinter matematika (saya anak IPS). Nilai matematika saya jeblok terus, gagal paham melulu.

Karena penasaran gimana proses mendesain baju knitting, saya “beli” video tutorial di Craftsy yang judulnya Handknit Garment Design oleh Shirley Paden. Ternyata, prosesnya terdiri dari banyak tahapan. Continue reading “Argh! Matematika!”

Himawari, Bunga Matahari untuk Jepang

Desain shawl pertama saya sebagai kontribusi untuk Lul Blossom

Berkat dukungan dari teman-teman perajut Indonesia dan teman-teman di Instagram yang begitu besar, pada bulan Oktober 2015 lalu saya membuka toko Etsy yang menjual benang-benang yang saya warnai sendiri. Sekarang ini, Papiput Yarn, merk benang saya telah dijual di Jepang oleh 2 toko: Eylul Yarns dan Yarnaholic. Kedua toko ini menjual berbagai merk benang ternama yang sudah nggak diragukan lagi kualitasnya. Continue reading “Himawari, Bunga Matahari untuk Jepang”